11 March 2012

Simposium Muhammad Yunus

Dalam rangka setahun gempa besar Tohoku, Fakultas Ekonomi Tohoku University mengadakan simposium dengan pembicara Muhammad Yunus. Muhammad Yunus yang founder-nya Grameen bank itu loh, orang Bangladesh yang dapet Nobel prize. Maka walaupun saya nggak ngerti bisnis, saya bela-belain dateng demi liat langsung si bapak ini. Berikut laporan singkatnya.

***

"Poverty is not caused by poor people. They are as capable as we are, work as hard as we are, yet still they have to suffer more." -M. Yunus-

"We live in the world where the more we have, the more we can get. What kind of world is this?", katanya. Beliau menjelaskan pandangannya bahwa akar dari kemiskinan adalah sistem kapitalis, sistem ekonomi yang hanya berfokus pada profit-maximizing. Perputaran uang hanya terjadi di antara mereka yang memiliki kapital. Hasilnya adalah mereka yang miskin, kadang tidak peduli seberapa kerasnya mereka bekerja, tetap saja terjebak dalam kemiskinannya.  
Charity, kegiatan-kegiatan sosial, adalah salah satu solusi untuk kemiskinan. Masalahnya, kegiatan sosial umumnya bersifat insidental, tidak bisa terus-menerus. Maka solusi yang ditawarkan oleh M. Yunus adalah konsep social business.
"Charity is good. With charity, the money goes out and problems solved, but you can`t get the money back. With social business, money goes out, problems solved, and you can get the money back, to solve another problem."
Maafkan, saya nggak ngerti dengan baik gimana teknis implementasi konsep ini lewat Grameen bank di lapangan. Yang saya pahami sekilas adalah bahwa bank ini memberikan pinjaman modal usaha pada masyarakat miski(ii)n yang nggak punya cukup modal untuk melakukan peminjaman di bank konvensional. Tujuannya memang sama sekali nggak ada untuk mencari profit, sepenuhnya untuk membantu. Dengan ini, semua orang berkesempatan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi ekonominya. 
Di acara tadi, ditayangkan juga video kunjungan M. Yunus ke berbagai tempat untuk memperkenalkan Grameen bank, salah satunya ke US. "Konsep ini memang terbukti di Bangladesh, tapi apa Anda yakin bisa berhasil juga di sini?", tanya seorang reporter TV. Jawaban M. Yunus sederhana saja, "We never know till we try". Dan sekarang Grameen bank sudah berdiri juga di US. Di salah satu scene diperlihatkan seorang ibu pemilik toko kue kecil yang girang banget karena setelah bertahun-tahun akhirnya bisa beli mixer jumbo, dari pinjaman Grameen bank.

Tujuan dari program ini adalah menciptakan dunia yang bebas dari kemiskinan.

***

Saya jadi melamun sendiri, di awal punya ide ini, kebayang pasti banyak pihak yang meragukan. Terdengar naif gitu, pengen menghapuskan kemiskinan di dunia ini. Pasti nggak sederhana jalannya sampai bisa jadi seperti sekarang. Dan yang pasti Grameen bank nggak akan ada kalo beliau cepet nyerah menghadapi tantangan yang pastinya sulit (*slap*).
Satu hal lagi, adalah beliau mendedikasikan hidupnya buat memastikan bahwa kemiskinan bisa dihapuskan atau seenggaknya dikurangi, hidupnya adalah demi orang lain merasakan kehidupan yang lebih baik. Terus apa dengan itu hidupnya sendiri jadi kesusahan? Sepertinya sih enggak ya, malah bonus 'duniawi' semacam Nobel prize, diwawancara Oprah, dikenal orang-orang penting di dunia dan lain sebagainya yang otomatis mengikuti..

Kemuliaan itu memang milik mereka yang menjadikan hidupnya bermanfaat, indeed.

3 comments:

Puput Hidayat said...

komen ahhhh....

Sebenernya dasar dari konsep social business tuh simple, 'orang yg gak punya apa2, akan berani mempertaruhkan apa yg dia punya dengan sebaik2nya'. Dasar mereka meminjam uang ke bank adalah pure untuk kebutuhan bertahan hidup, karenannya mereka pasti akan sekuat tenaga memanfaatkan uang tsb. Gak ada istilah bad debt, pencucian uang, penipuan portfolio, dsb. All is fair in survival, and the bottom of the pyramid is surely know more about survival than anybody else. :)

*you're so lucky to see his speech live :(

mecaonic said...

standar postingan neng uti.. bajus :D

dsini jg uda ada neng yg udh "nyontek" konsep si gremeen bank, dondi hananto. trus kita bisa ikutan partisipasi jg.. :)

putri said...

haaah, sy baru tau dondi hananto kerjanya d bidang ituh teh :D
follow twitternya doang hehe