Beberapa waktu lalu baca tulisan tentang 'sejarah kelahiran' lelaki metroseksual, baru tau deh.. Ternyata awalnya adalah dari masuknya kaum perempuan ke dunia kerja (kantoran). Perempuan yang memang fitrahnya lebih memperhatikan penampilan ya tentu saja membawa kecenderungannya itu ke dunia kerja juga. Gimanapun, mestinya lebih enak dong kerja sama yang rapi wangi daripada sama yang kucelkumel belum mandi :D. Konon, karena khawatir merasa tersaingi kaum laki2 jadi mulai memperhatikan penampilannya juga, jadilah itu titik awal lahirnya kaum lelaki metroseksual. Hmm..
Lalu, setelah muncul paradigma lelaki yang suka dandan itu identik dengan 'gay', diluncurkanlah ikon untuk tren lelaki metroseksual. David Beckham. Iklan apa sih dia dulu? Gel rambut apa ya? Yang gaya rambutnya 'nyungcung2' gitu, lupa deh.. pokonya produk perawatan tubuh untuk lelaki.
Beckham ngga kemayu, profesinya aja pemain bola, 'cowo banget' gitu, keluarganya pun dinilai 'bahagia' untuk ukurannya. Pinter amat ya ini produsen milih ikon.. Dan jadilah tren lelaki metroseksual mulai merebak, perawatan tubuh, parfum, model baju modis kian merebak. Ya ya, saya tidak memungkiri bahwa penampilan ala eksmud di iklan produk2 itu memang memikat hati sih, walopun kalo berlebihan tetep aja bikin risi. Ketertarikan kaum wanita terhadap lelaki 'rapi' seperti ini juga menjadi semacam katalis yang membuat semakin merebaknya tren metroseksual.
Teringat kesamaan dengan suatu kisah ngga? Inget dong.. Inget kan?! Ngga ya? :D Yaudalah saya ingetin aja.. Ini mirip ceritanya sama kisah kaum nabi Luth, kaum sodom. Yang konon karena negerinya sudah sangat makmur, kaum lelakinya jadi punya waktu banyak untuk memperhatikan diri sendiri, mulailah mereka berkenalan dengan bersolek, yang berlanjut mereka mengagumi 'keindahan' sesama jenis. AAAAAA!!! ngeringeri.. males banget deh (-.-!)
Tapi katanya menurut riset, karena tipe2 ini 'tidak dibutuhkan' untuk masa depan, tren ini tidak akan bertahan lama. Terus yang bagaimanakah lelaki masa depan? Berdasarkan riset tersebut, yang akan bertahan adalah para 'lelaki uberseksual'. Nah saya juga baru denger nih istilah ini :D. Yang menjadi ikon dari uberseksual ini adalah Bono U2 -yang Oprah aja ngecengin, karna lelaki satu ini identik dengan kegiatan kampanyenya untuk perdamaian dunia- dan Barrack Obama (kurang ni kuraaang!! kenapa ahmadinejad dan amien rais ga masuk, huh!).
Penjelasannya saya kutip langsung dari sumbernya aja deh..
'Pria uberseksual, kata Salzman, adalah pria yang menggunakan aspek positif maskulinitas, seperti kepercayaan diri, kepemimpinan dan kepedulian terhadap orang lain dalam kehidupannya. pria uberseksual sangat peduli pada nilai dan prinsip hidup. Pria jenis ini lebih memilih untuk memperkaya ilmu dan wawasannya di sela waktu kosong yang dimilikinya,' daripada yang sekedar doyan hedon dan nongkrong.
'Maka tampak perbedaan ini:
Para pria metroseksual selalu mencoba menarik perhatian wanita (yang mana lelaki macam begini itu malesin banget. sungguh.). Sementara para pria uberseksual sangat menghormati wanita. Sebagai catatan, pria uberseksual bukannya tidak menarik secara penampilan. Mereka menarik, dan uniknya semua itu alami.'
Mungkin ilustrasinya, ketika di suatu sudut pria metroseksual dengan dandanan khasnya sedang kongkow, mengisap rokok mahal sambil bernyanyi2 'aku adalah lelaki yang tak pernah lelah mencari wanita' (bagian rokoknya itu sentimen pribadi, haha.)
Di sudut lain pria uberseksual sedang menatap serius layar komputer, bekerja serius untuk umat, sambil bersenandung 'sekeping hati dibawa berlari, jauh melalui jalanan sepi.. jalan kebenaran indah terbentang di depan matamu para pejuang..'. Tentu tidak sambil merokok. Maka jelaslah bedanya.
Dan beruntungnya kita kaum muslim, telah diberi contoh lelaki uberseksual yang jauuuuuuh lebih keren dan lebih agung dari ikon manapun. Nabi Muhammad SAW. Lelaki agung yang PALING peduli pada umatnya, pada seluruh umat manusia.
*Jadi.. yang sedang mencari calon misua, tau lah ya yang gimana yang sebaiknya dicari :D. Tentulah males juga kalo jatah belanja keluarga nanti harus terpotong untuk 'kepentingan dandan' misua. (atau buat rokok. haha)*
-menceritakan ulang dari buku 'Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A. Fillah'-
CampurSari: Tug My Heartstrings (?)
2 hari yang lalu






