13 February 2012

Tentang Nikmat Ibadah

Di MQFM, tiap hari Senin pagi sekitar jam 8 WIB, ada kajian intensif soal Al-Quran. Satu kali ada seorang penelepon yang menanyakan gimana caranya biar bisa nikmat baca Al-Quran. Saya jadi keingetan, pernah juga punya pertanyaan yang kurang lebih sama, "Katanya solat itu nikmat, kok nggak kerasa sih? Katanya ibadah itu nikmat, emang gimana nikmatnya?".

Jawaban ustadz atas pertanyaan itu adalah, bahwa nikmat membaca Al-Quran adalah semacam amanah, dan amanah ini tentu hanya diberikan sama yang dinilaiNya layak. Jadi yang bisa kita upayakan adalah bagaimana caranya biar dinilai layak oleh Allah. Bisa dengan memperbanyak tilawahnya, menjaga kontinuitasnya, lebih khusyuk dalam membacanya, lebih sungguh-sungguh mempelajarinya, dan sebagainya.

Doweweweweww. Teringat solat yg cuma kayak jungkatjungkit. Ngaji yang kebut-kebutan pengen cepet selse. Dan lain lain. Dan lain lain. Dan lain-lain.
Nikmat ibadah bukan buat sembarang orang ternyata. Bertaubatlah engkau, Nak..

03 February 2012

Korban Uut

(Telepon di suatu siang)

Halo, bisa bicara dengan Saudari Putri?

Iya, saya sendiri

Oh, selamat siang, kami dari KBRI, mendapat laporan bahwa Anda mengalami masalah studi

Masalah apa ya, Pa?

Loh, kan Anda yang lapor, kok tanya saya?

Hah, saya nggak pernah lapor apa-apa Pa

Tapi saya mendapatkan laporan atas nama Anda, bagaimana ini?

Oh, eh, tapi saya nggak pernah lapor apa-apa Pa

Anda sudah lapor diri ke KBRI?

Mm, belum Pa..

Nah itu dia masalahnya.

Eh, iya Pa, maaf Pa.. Masalahnya gimana ya?

Sebentar, nama lengkap Anda siapa?

Putri Setiani, Pa

Ooh, saya salah orang rupanya

Hah?

Iya saya nyarinya putri sinden panggung..

***

JEDDAAAAAAAAAAANNNNGGG!!! :))

07 January 2012

Penyebab Miscarriage dan Kangen Dedek

Minggu lalu, pertanyaan yang sering banget ditanyakan dan saya males banget jawabnya (:P) adalah tentang sebab miscarriage yang saya alami. Setelah bisa berdamai dengan kenyataan (ceile), akhirnya saya pun cari-cari informasi, menghimpun hasil analisa dokter2 yang saya datangi, baca-baca buku sama browsing-browsing di internet.

***

Singkatnya, penyebab miscarriage pada trimester pertama untuk kehamilan normal (bukan karena ada penyakit tertentu) itu umumnya bukan dikarenakan kerja terlalu banyak/stres. Walaupun tentunya, ini bukan pembenaran untuk ibu yang sedang hamil untuk teu daek cicing (ngomong ke cermin). Di trimester pertama, ibu hamil sebaiknya ekstra istirahat kuadrat.
Untuk kasus saya, dokter bilang karena adekbayinya nggak tumbuh.

Terkait hal ini, minggu lalu saya ikut seminar tentang kesehatan reproduksi wanita. Dokternya bilang, rahim punya semacam kemampuan untuk melakukan screening dan seleksi sewaktu janin mulai terbentuk. Janin yang bisa tumbuh dalam rahim adalah yang kerusakan kromosomnya maksimal 10%. Untuk janin yang tumbuh dengan kerusakan kromosom sampai 50% misalnya, rahim akan melakukan mekanisme untuk semacam meng-aborsi secara natural sehubungan dengan janin yang inkompatibel dengan normal life. Kenapa? Karena kalau lahir pun kasihan anaknya, kata Bu Dokter. Subhanallah! :)

Tentang kemungkinan penyebab yang paling sering, saya salin dari buku "What to Expect when You Are Expecting" ya. Kredibilitas buku ini bisa ditanyain sama search engine terdekat.

"Most often, miscarriage is simply a random one time occurence caused by chromosomal abnormality, infection, chemical or other teratogenic (birth-defect causing) exposure, or chance, and it is not likely to recur." Hamdallah.. :)

Ada efek untuk kehamilan selanjutnya? Menurut buku yang sama, misscarriage di trimester pertama nggak berdampak pada kehamilan selanjutnya (InsyaAllah :D). Hamdallah (lagi)..

Begitulah kesimpulan singkat yang saya dapat dari hasil tanya2 sama dokter dan baca-baca. Jadi untuk yang mengalami hal yang sama, yang terjadi insyaAllah yang terbaik menurutNya. Semoga kita dijauhkan dari sedih berkepanjangan apalagi trauma. Semoga kehamilan (kehamilan) selanjutnya sehat lancar sampai seterusnya, sampai adekbayinya lahir terus tumbuh shalih sehat dan cerdas. Bilang apa teman2? Aamiin! :D

***

Sekilas cerita lain, di hari saya dibilangin sama dokter kalau Dedek udah nggak ada di rahim saya, sedih pastinya ya. Bombay2 deh sampe di rumah, hehe.

Terus jadi kangeeeen aja sama Dedek, terus berdoa aja sama Allah, pengen ketemu sama Dedek, di mimpi aja cukup. Beberapa hari kemudian saya mimpi lagi jalan-jalan, sambil gendong adekbayi laki2, ganteng (pasti turunan ibunya), ceriwis baceo (yang ini dari bapaknya, kan ibunya kalem), sehat. Bahagia sekali rasanya :).

Saya memilih untuk percaya kalau mimpi itu jawaban dari doa yang saya minta, alhamdulillah.. Allah teh meni Maha Baik ya :'). Dedek lebih sehat di sana yaa, sun sayaaaaaang dari Ibu sama Ayah :*.





29 December 2011


"Aku semakin merasa tak cukup baik untukmu", ku bilang sambil tertunduk.
"Jika demikian, sedari awal Allah tak akan menjodohkan", jawabmu dengan senyum.
"Jangan nangis lagi ya.. Biar Allah liat kalo kita hambaNya yang kuat, biar Allah percaya nitipin lagi amanahNya :)"

Semoga pintu ampunannya terbuka luas, kasih sayangNya terlimpah, ridhaNya tercurah. Untuk suami penyabar dan penyayang, semoga Allah Yang Maha Penyayang membalas dengan sejuta kebaikan.
いつもありがとう, A.. :)

***

Ada yang protes sama postingan di bawah, kenapa Ayah nggak disebut katanya, kan Ayah juga sayang Dedek.
Ah, we already knew it even without you saying a word. We love you so..

26 December 2011

Guru kecil kami sudah kembali bermain di rumahNya. :)

Ibu sayang dedek, dan Allah Yang Maha Tahu adalah yang Maha Sayang sama kita semua.
Semoga Ibu sama Ayah mampu sepenuhnya ikhlas dengan ketetapanNya.
Semoga nanti kita semua dikumpulkan dalam ridhaNya.
Terima kasih anak shalih, ibu sayang dedek, sayang sekali sama dedek.

18 December 2011

Guru Kecil

Guru kecil kami, 8 minggu kurang lebih usianya sekarang, dalam kandungan. Dedek, begitu kami memanggilnya.

Kehadirannya baru kami ketahui saat usianya sekitar 5 minggu, waktu pulang ke Jakarta kemarin.
Di awal mengetahui kehadirannya, yang saya rasakan adalah serba khawatir. Khawatir apa iya saya sudah siap menjadi ibu, sementara jadi istri untuk Aa aja saya masih merasa jauh dari baik. Khawatir dengan kondisi saya yang masih sekolah, dengan segala amanahnya.
Tapi lalu saya lihat senyum Aa, bahagia sekali mengetahui ada dedek shalih di rahim saya. Lalu saya lihat foto dedek dari hasil USG, dan seketika menguap segala rasa cemas.
Pelajaran pertama dari guru kecil ini adalah mengingatkan, karena siapa saya bisa melangkah hingga sejauh sekarang. "Kan Ibu nggak pernah sendirian, ada Ayah juara, ada doa Aki sama Nini, doa Uwa sama Emang, doa tante2 shaliha, sama Ibu nggak boleh lupa ada Allah yang selalu nolong kita. Kenapa harus khawatir sendiri kali ini? Kenapa ragu sama penjagaanNya? Ibu jangan khawatir ya, Dedek nggak akan nakal di perut Ibu.", foto hasil USG itu mengajarkan saya. Dan Dedek sungguh2 pengertian, tidak ada berat yang saya rasakan.

Pelajaran selanjutnya dari guru kecil ini adalah tentang belajar peka terhadap nikmatNya, lalu bersyukur memuji dan berterimakasih sama Sang Maha Pengasih. Sejak mengetahui kehadiran dedek shalih, banyaak sekali kemudahan yang datang.
Sekali waktu merasa lebih rindu sama ilmu, lain kali merasa lebih tenang ketika mendengar ayatNya dibacakan. Kesimpulan yang terasa cuma satu, saya sedang diajariNya melalui si guru kecil yang shalih. 

Kemarin, pertama kalinya kami ke dokter sekembalinya ke Sendai. Saya sama Aa sudah kangen sekali ingin lihat foto baru dedek kesayangan kami.
Diperiksalah saya, kembali di-USG. Hanya saja kali ini yang dikatakan dokter selanjutnya sungguh mengejutkan kami. Dedek belum terdeteksi detak jantungnya, ukurannya lebih kecil dari umumnya untuk usia 8 minggu. Dokter menjelaskan kemungkinan terburuk, saya sudah tidak ingin dengar. Setelah beberapa opsi, akhirnya dokter menganjurkan kami memeriksakan diri ke rumah sakit besar untuk kembali memastikan.
Sampai di rumah, kami hanya bisa tersungkur bersujud, sepenuhnya menyerah tanpa daya pada Yang Maha Segala. Ah, lagi2 guru kecil ini mengajari betapa kami tak mampu apa2 tanpa pertolonganNya.

Alhamdulillahirabbil 'alamiin, segala puji bagiMu yang mengamanahi kami karunia ini. Terimakasih Dedek shalih, Ibu sama Ayah udah diajari banyak sekali ilmu. Ibu sama Ayah sayaaaaaaang sekali sama Dedek, dan Allah Maha Sayang sama kita semuanya. :)
Rabbi hablii minas shaalihiin.. Rabbi habli minas shaalihiin.. Rabbi habli minas shaalihiin..

***


Rencananya minggu depan kami akan memeriksakan ulang ke dokter. Mohon doa, sungguh2 kami mohon doa dari sahabat semua, semoga Allah mempercayai kami untuk menjaga amanah ini, semoga kami mampu menjadi Ayah dan Ibu yang baik untuk guru kecil ini. :)

10 November 2011

Kabayan

Sepulang dari lab kemarin, saya mendapati Aa sedang ketawa-ketawa sendirian nonton film Kabayan di Youtube. Terus saya ikut nonton dan lalu melihat scene berikut.

Ceritanya, Kabayan yang biasa kerja di sawah, mendapat warisan mendadak dari orang kaya raya yang nggak punya keturunan. Dia diangkat jadi direktur di satu pabrik besar. Sewaktu inspeksi keliling pabrik, Kabayan bertemu seorang pekerja yang sedang tertunduk lemas di samping mesin kerjanya. Ternyata pekerja ini pusing gara-gara kontrakannya belum dibayar sekian bulan, segeralah Kabayan memerintahkan ajudannya untuk memberi bonus 3x gaji buat semua karyawan. 
Scene selanjutnya adalah ajudannya yang bernama Pak David menghadap langsung sama Kabayan, mempertanyakan keputusan tadi.

"Bapak serius mengenai keputusan pemberian bonus untuk karyawan? Tapi perusahaan bisa rugi sampai 500 juta, Pak." 
"Ah nggak apa-apa Pa Dapid, berbuat baik sama orang mah berpahala, nanti rejeki kita jadi lebih barokah"
"Tapi Pak, perusahaan bisa rugi!"
"Eling Pa Dapid, eling! Kalau kita untung terus, lalu siapa yang rugi?"

Lalu Pa Dapid pun speechless.. :))
Somewhat inspiring, anyway :D