Di MQFM, tiap hari Senin pagi sekitar jam 8 WIB, ada kajian intensif soal Al-Quran. Satu kali ada seorang penelepon yang menanyakan gimana caranya biar bisa nikmat baca Al-Quran. Saya jadi keingetan, pernah juga punya pertanyaan yang kurang lebih sama, "Katanya solat itu nikmat, kok nggak kerasa sih? Katanya ibadah itu nikmat, emang gimana nikmatnya?".
Jawaban ustadz atas pertanyaan itu adalah, bahwa nikmat membaca Al-Quran adalah semacam amanah, dan amanah ini tentu hanya diberikan sama yang dinilaiNya layak. Jadi yang bisa kita upayakan adalah bagaimana caranya biar dinilai layak oleh Allah. Bisa dengan memperbanyak tilawahnya, menjaga kontinuitasnya, lebih khusyuk dalam membacanya, lebih sungguh-sungguh mempelajarinya, dan sebagainya.
Doweweweweww. Teringat solat yg cuma kayak jungkatjungkit. Ngaji yang kebut-kebutan pengen cepet selse. Dan lain lain. Dan lain lain. Dan lain-lain.
Nikmat ibadah bukan buat sembarang orang ternyata. Bertaubatlah engkau, Nak..
Jawaban ustadz atas pertanyaan itu adalah, bahwa nikmat membaca Al-Quran adalah semacam amanah, dan amanah ini tentu hanya diberikan sama yang dinilaiNya layak. Jadi yang bisa kita upayakan adalah bagaimana caranya biar dinilai layak oleh Allah. Bisa dengan memperbanyak tilawahnya, menjaga kontinuitasnya, lebih khusyuk dalam membacanya, lebih sungguh-sungguh mempelajarinya, dan sebagainya.
Doweweweweww. Teringat solat yg cuma kayak jungkatjungkit. Ngaji yang kebut-kebutan pengen cepet selse. Dan lain lain. Dan lain lain. Dan lain-lain.
Nikmat ibadah bukan buat sembarang orang ternyata. Bertaubatlah engkau, Nak..