03 June 2013

The Urge to Start Running (Again)

Pertama, berat badan saya sudah terlalu (lama kurus banget dan susah banget naiknya). Terakhir kali badan saya gendut adalah waktu balita. Sejak masuk SD, berat badan saya turun drastis dan sejak itu susah sekali naiknya. Kenaikan yang cukup signifikan terjadi di sekitar tahun 2008, dengan berat badan maksimal 49 kg. Naiknya berat badan ini bersamaan dengan masa tugas akhir S1. Saya kira, gara-gara stres saya jadi makan banyak. Eh ternyata, waktu pengerjaan tesis master, berat badan saya dengan suksesnya turun sampai 7 kg *nangis bombay*. Maka hipotesa bahwa naiknya berat badan saya disebabkan stres akademik yang memicu banyak makan gugur sudah. Seingat saya waktu mengerjakan tesis, nafsu makan saya memang nggak sebesar pas tugas akhir juga.
Saya baru ingat ada fenomena lain yang membarengi stres tugas akhir di tahun 2008, yaitu bahwa saat itu saya rajin banget main DDR! Hampir rutin setiap pagi dan/atau sore saya main DDR sampai keringetan. Ditambah lagi saya sesekali lari pagi di Sabuga. Bersamaan dengan rajinnya olahraga itu, nafsu makan juga meningkat tajam. Sampai-sampai saya sering menjadi tersangka penghabis stok makanan di rumah (yang memang betul sih, seringnya saya yang ngabisin). Hasilnya, berat badan juga naik dengan signifikan, plus bonus pipi yang kata Acit seperti cilok.

Kedua, nafas saya pendek-pendek, yang mana ini cukup merepotkan kalau lagi ngaji. Sering berhenti di tengah ayat dan jadinya harus mengulang lagi sebagian ayatnya. Ini sebetulnya bukan masalah besar, tapi kalau sering banget berhentinya, jadi annoying juga.
Menurut wangsit yang sebetulnya saya nggak yakin dari mana sumbernya, kapasitas paru-paru bisa dilatih dan ditingkatkan dengan rajin olahraga. Kapasitas paru-paru lebih besar, nafas pun jadi bisa lebih panjang (kali :p).

Berdasarkan dua alasan di atas, saya pun menekadkan diri untuk mulai olahraga lagi. Niat berolahraga sebetulnya sudah muncul sejak agak lama, tapi tidak kunjung terealisasikan karena saya keukeuh olahraganya mau DDR aja, padahal di sini CD game-nya aja kan mahal karena nggak ada yang bajakan :p. Sempat juga melirik Nintendo Wii, tapi harganya juga tidak kalah mahal dibanding seperangkat alat DDR dibayar tunai, sah! (apa sih..) Maka dari itu saya mulai dengan yang gampang-gampang aja, jogging. (Astaga, solusi semudah itu kenapa nggak mulai dari dulu sih?!). Itu juga belum rajin banget, seenggaknya setiap weekend dicoba rutin lari pagi sama Aa.

Demi pipi yang kembali seperti cilok dan nafas yang lebih panjang kalau ngaji, semangat!  

Oh iya, ini foto pemandangan dari track lari dekat rumah kami, di pinggir sungai Hirose. Gambarnya hasil nyomot dari sini.



***

My ultimate urge in the mean time is actually to run-away from reality. Which is what I am doing now, by the way. I suppose to do whatever it is to bring my thesis nearer to completion, but I'm writing this note instead. I intended to refresh this mind on my head by writing something light and relaxing, but rather I feel more stressed as I actually have wasted the limited time I have to prepare for the thesis pre-defense. So I'd better end writing this note very soon. Like now. Yes, now. Oh wait, I got to ask for your prayer and support. Who am I asking anyway? I'm not sure anyone would read this. But well, just in case there is, someone reading this; please.. please.. please.. pray for me that I'd be able to finish all of this thesis things without losing sanity. And/or weight. Thank you, you are so kind. And I really have to stop this. NOW. 

3 comments:

zwartehondster said...

kirim doa yg banyak :*

putri setiani said...

mikisiiiihh teh bumil tipa :*

Rani said...

ahahaha dulu juga pas nulis TA sempet rajin jogging juga, buat pelarian :))
tapi sekarang mulai dibiasain tiap minggu, demi kehidupan yang lebih baik :D

semangaat utii, insya Allah doa selalu menyertai :)