22 October 2012

"Like Mother, Like Son"

Satu hari, waktu Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar dan Ismail yang masih bayi di gurun tandus tak berpenghuni;

"Mengapa?", Siti Hajar meminta alasan mengapa ia dan Ismail ditinggalkan. Tapi Nabi Ibrahim berpaling, berjalan menjauh.

"Mengapa?", masih Siti Hajar berusaha; Nabi Ibrahim terus saja berjalan.

"Mengapa?", sekali lagi Siti Hajar bertanya, sekali lagi tanpa jawaban.

"Apakah ini perintah Tuhanmu?", Siti Hajar mengganti pertanyaannya. Nabi Ibrahim menghentikan langkahnya, berbalik, "Ya", jawabnya.

"Laksanakanlah, jika ini perintah Tuhanmu. Sesungguhnya Ia tak akan menyia-nyiakan kami", ucap Siti Hajar, dengan bayi Ismail dalam gendongannya.

***
Satu hari yang lain, belasan tahun kemudian;

Berkata Nabi Ibrahim pada Ismail, "Wahai anakku, dalam tidur aku bermimpi berupa wahyu dari Allah yang meminta aku untuk menyembelihmu. Bagaimana pendapatmu?"

Kata Ismail?

"Wahai ayahku, laksanakanlah perintah Tuhanmu. Insya Allah engkau akan dapati aku termasuk orang-orang yang sabar."

Demikian jawaban Ismail muda yang shalih, didikan ibu yang shaliha. Demikian jawab Ismail muda yang shalih diabadikan dalam Qur'an, abadi sampai akhir zaman.

Shalawat dan salam untuk Nabi Ibrahim dan keluarganya, teladan abadi sepanjang masa.


 ***


Hai calon ibu yang ingin anak yang shalih; sudah sejauh mana mendidik diri? (tunjuk jidat sendiri)

No comments: