Showing posts with label daily. Show all posts
Showing posts with label daily. Show all posts

10 March 2017

Sepatu Putih

Sore itu Aa ada ngajar sampe menjelang maghrib, saya pulang duluan pake Gojek. Untung masih ada abang-abang yang operasi di tengah marak protes dari supir angkot dan supir taksi.

Ojek terhenti di lampu merah perempatan Jl. Cokelat, ada seorang ibu sama anaknya. Ibunya masih muda, usia sekitar pertengahan 20 tahunan; anaknya sekitar usia 6 tahunan. Mereka pemulung, anaknya bawa 1 karung hasil memulung yang hampir-hampir lebih besar dari badannya sendiri, sementara ibunya bawa 2 karung. Berat nggak ya? Saya bertanya sendiri dalam hati. Semoga enggak, sampah yang mereka kumpulkan adalah botol PET dari tempat-tempat sampah di pinggir jalan. 

Penampilan mereka lusuh, debu menempel sebadan-badan. Baju ibunya bolong di banyak tempat. Baju yang awalnya sepertinya berwarna kuning sudah jadi entah warna apa, terjemur matahari sekaligus ditempeli berbagai noda dan debu. Kapan terakhir kali bajunya diganti ya? Saya bertanya lagi dalam hati. Si Ibu nggak pakai alas kaki, telapak kakinya pecah-pecah besar sekali, terlihat jelas dari tempat saya duduk di ojek. Sudah berapa jauh hari ini berjalan, Bu?

Penampilan anaknya tidak jauh beda, badannya lusuh, bajunya kotor, tapi ada satu hal yang kontras sekali terlihat dari keseluruhan penampilannya; sepatu putih. Anak itu memakai alas kaki, sepatu putih yang terlihat pas di kakinya, tidak kedodoran. Sol-nya masih kokoh. Jahitannya masih rapi. Bukan sepatu baru yang putih mengilap, bukan. Jelas terlihat itu sepatu yang sudah dipakai beberapa lama. Tapi dari keseluruhan penampilan mereka, sepatu itulah yang paling mahal.

Dapat dari mana ya.. Memungut di jalan? 
Atau beli di tukang loak, mengumpulkan dari hasil memulung? Ibunya mengalah, merelakan uangnya dipakai untuk beli sepatu bagus yang pas di kaki anaknya, merelakan kakinya sendiri kering, perih dan pecah-pecah. 
Sepatu itu pasti kesayangan si anak, menemaninya berjalan jauh tanpa kakinya harus terluka.
Pikiran saya melayang-layang.

Lampu merah hampir berganti. Si anak berlari menyeberang jalan sambil tertawa-tawa riang, memanggil ibunya untuk cepat menyusul.

Lampu hijau menyala. Ojek kembali berjalan, mata saya basah sudah.


Ya Allah, jadikan anak tadi manusia yang shalih, penentram dan penyejuk bagi orang tuanya.
Jadikan ia penerang, cahaya bagi agama-Mu.
Aamiin.

08 May 2016

Toilet Training

Sejak beberapa bulan lalu, si ibu maju mundur mengenai kapan Sorai akan mulai toilet training. Maju mundurnya baru dalam pikiran sih tapi, belum ada tindakan nyata karena si ibu tea suka segala dipikirin duluan. Sehari anak bisa pipis 4-5 kali kan.. Jadi yang terbayang ketika memikirkan toilet training adalah harus beli seenggaknya setengah lusin kain pel, satu atau dua lusin celana rumah, juga sprei waterproof. Belum lagi ada yang namanya training pants, walaupun belum tau gimana fungsinya, dan juga toddler potty seat. Dompet ibu pun terasa pening, maka sudah lah nanti lagi aja ya. 

Lalu semuanya berubah ketika negara api menyerang! Itu mah avatar. 
Kisahnya bermula sepulang jalan-jalan dari Pantai Jonggring. Sepanjang perjalanan kan riweuh tuh, ya berimbas pada ga sempetnya ganti popok Sorai. Keesokan harinya, kulitnya ruam paraah, sampe kasian liatnya. Biasanya kalo ruam sedikit atau sedeng doang sih si ibu tetep aja pakein popok, paling lotion anti ruamnya yang dibanyakin (grin). Tapi yang kali itu mah nggak tega, sampe akhirnya ketok palu, wis lepas popok aja. Niatnya sembuhin si ruam, perihal anaknya sekalian toilet training itu mah bonus aja ga usah dipikirin dulu, biar ga rieut :p. Hari-hari pertama tentu saja penuh dengan ompol di seluruh penjuru rumah. 

Tanpa sempet nyiapin peralatan tempur tambahan, berikut ini hal yang si ibu jalani. Nyuci baju yang kena ompol tiap sore, karena takut besok-besoknya nggak ada celana. Untuk membuat hidup lebih mudah, seperti saran neneng acit, disediakanlah seember air diisi deterjen untuk melempar baju yang kena ompol, biar sore tinggal kucek-kucek aja. Lalu karena persediaan lap terbatas, setiap habis dipake lapnya langsung diguyur air dan dijemur, insyaAllah si lap sudah kembali bersih dan suci, siap digunakan untuk ngelap ompol berikutnya :p. Oh iya, di awal-awal Sorai lepas popoknya cuma siang aja, malem tetep dipakein (ciee yang katanya kasian liat anaknya ruam), karena kalo harus kebangun karena bajunya basah juga kasian kan (not to mention harus nyuci sprei dan jemur kasur super berat). Setelah udah lumayan bisa bilang kalo mau pipis, dan tentu setelah beli perlak, baru si ibu berani lepas popok di malam hari. 

Sepengamatan si ibu, toilet training kemarin terbagi beberapa fase: 
◎ Apa itu pipis
Namanya pake popok dari sejak lahir, anaknya kayanya nggak tau apa itu pipis. Dan dari bayi pun anaknya ga sensitif soal popok yang basah/kotor, cuek ajaa. Jadi mungkin pipis kayak bernapas aja, unconcious act :D, jadi fase pertama adalah memahami definisi dan real feel-nya pipis. 
◎ Belajar rasanya mau pipis 
Setelah tau apa itu pipis, selanjutnya anaknya belajar menyadari bahwa sebelum pipis ada rasa mau pipis. 
◎ Belajar kalau udah ada rasa mau pipis, harus ditahan sampai bisa pipis di toilet 
Lama-lama anaknya ngerti bahwa rasa mau pipis bisa ditahan, dan kalo nggak ditahan akan mengakibatkan basahnya baju dan lantai, yang kemudian harus diganti dan dibersihkan. Bisa deh pipis di toilet, mudah-mudahan istiqomah. 

Yang dilakukan oleh si ibu adalah apa yang ada di tips toilet training di seluruh penjuru website toddler parenting: 
◎ Bagaikan kaset macet, mengulang-ulang bilang kalau pipis itu di toilet, bilang sama ibu/papa kalo mau pipis, dari sejak anaknya baru bangun sampai mau tidur lagi. Oh iya, di awal-awal saya sempet kebalik, yang ditekankan adalah "kalo mau pipis bilang ibu ya", hasilnya anaknya bilang sih tapi pipisnya tetep ga di toilet. Tepok jidat. Baru si ibu sadar bahwa poin utamanya pan pipis di toilet, bukan bilang sama ibu. 
◎ Mengapresiasi tiap kali anaknya berhasil pipis di toilet. Efek sampingannya sekarang anaknya otomatis bilang sendiri "pinteer" setelah pipis, hahaha. 

Masih harus ngajarin ini dan itu, tapi alhamdulillah sekarang pake popoknya tinggal kalo keluar rumah dalam waktu lama aja. Peralatan yang dibeli pun jadinya cuma perlak, seharga dua puluh delapan ribu rupiah, alhamdulillaah (tangan kanan elus-elus Sorai, tangan kiri elus-elus dompet :p). 
Untuk para ibu yang akan dan sedang menjalankan toilet training, semoga diberi kemudahan :).

08 March 2016

Cerita Sorai

"Bu"
"Papa mam"
"Ikut"
"Bis. Wiuwiuwiuwiu."

Diulang berkali-kali, sepanjang siang sampe bapaknya pulang.

Penjabaran:
Jadi, sehari sebelumnya, si ibu pengen makan enak (dan malas masak), jadilah kami makan di luar. Sorai si anak Papa tentu saja ikut. Tempat makannya di pinggir jalan besar. Setelah pesen makanan, Sorai diajakin bapaknya liat mobil yang lalu lalang. Lalu diantara yang lewat adalah rombongan bis yang dikawal motor polisi pake bunyi sirine, wiuwiuwiu.
Begitulah. Sepertinya buat Sorai berkesan sekali pengalamannya liat bis yang dikawal.

Haaah, anak ibu udah besaar, udah bisa cerita. Tumbuh shalih sehat cerdas dan bahagia ya Nak.

05 December 2015

Sambel

Saya nggak bisa masak, dan nggak suka masak. Despite the fact that I cook almost every day, lima tahun nikah tidak membuat skill saya bertambah secara signifikan dalam bidang ini. I only enjoy the after-cooking-feeling when the result is miraculously delicious, yang diantaranya ditandai dengan Aa makannya enak banget sampe nambah nasi berkali-kali. Kalau sudah begini, byaar hilang sudah penat sehabis masak. Sayangnya hal ini terjadinya jara(aaa)ng sekali(iii). Ibaratnya kalau frekuensi masak itu sesering munculnya mad thabi'i, yang miraculously enak itu sejarang kehadiran mad lazim mukhaffaf kalimi. Eaa. 
Di antara pemicu terjadinya kejadian yang jarang ini adalah kalau bikin sambel. And yes, saya baru mulai kenalan sama bikin sambel di tahun kelima pernikahan. Kemana aja Mbak'e?
Jadi gini looh, tadinya itu saya nggak suka pedes kan, jadilah nggak bisa bikin sambel. Ndilalah, sekalinya Bu Yati nginep di rumah dan ngajakin nyambel penyet, langsung ketagihan, haha.
Maka untuk dokumentasi pribadi karena takut lupa, atau barangkali ada yang bernasib seperti saya di dapur (semoga nggak ada), saya tulis saja dua resep sambel ini.  InsyaAllah fail-proof, karena mudah sekali.. li.. li. 


Sambel penyet

Bahan (porsi 2-3 orang):
1 siung bawang merah
1 siung bawang putih
1 tomat ukuran sedang, (diameter 4-5 cm) belah jadi 4
1 bungkus terasi
2-4 cabe rawit
1 jeruk purut 
garam (seujung sendok makan)
gula (satu sendok makan)


Cara: 
Goreng bawang merah, bawang putih, tomat, terasi dan cabe rawit. Sebentar aja, sekitar 1 menit. Ulek semua bahan plus perasan jeruk purut. 
Sajikan dengan ayam, tempe atau tahu goreng. Lengkapi dengan selada air (yang daunnya kecil-kecil itu) yang digoreng/ditumis sebentar aja sampai agak layu. Hidangkan dengan nasi yang baru matang. Syedaap.


Sambel kacang


Bahan (porsi 2-3 orang):
1 sendok makan ketumbar 
3-4 sendok makan kacang tanah
2 siung bawang putih
0.5-1 cm kencur
1 helai daun jeruk dipotong tipis  
2-4 cabe rawit 
gula merah gerus (2 sendok makan)
garam (seujung sendok makan)


Cara: 
Sangrai ketumbar.
Sangrai/goreng kacang tanah.
Rebus bawang putih, kencur, daun jeruk dan cabe rawit. Sebentar aja, sekitar 1 menit.
Ulek semua bahan.
Kemaren bikinnya untuk cocolan bala-bala (ala mamang-mamang yang dibikin agak gosong dikit biar kres-kres). Sama nasi panas. Haaaah jadi laper.


Sekian. Semoga bermanfaat! 

14 September 2015

Kosakata

Sorai (15 bulan) sedang belajar bicara. Berikut beberapa kata yang cukup sering disebut beserta artinya: 

Papa 
(n) papa

Jatuh 
(v) jatuh

Pus 
(n) kucing 

Mam/mamam 
(n) makanan, minuman 
(v) makan, minum 

Te-er 
(n) kipas dan yang semacamnya
(v) muter 

Mau 
(n) harimau, bunyi kucing

Kurrr 
(n) ayam 

Emme 
(n) kambing (embe), unta, binatang kaki 4 dan figur lucu lain yang menurutnya qualified untuk dibilang emme. Hand puppet kodok dia bilang emme. Boneka m&m's juga dia bilang emme. 

Tet/teten 
(n) buka
Kenapa "tet"? Awalnya kayaknya karena dia denger tutup lotion, kancing bouncer atau tupperware kalau dibuka bunyinya mirip "tet", terus dia berlakukan juga untuk barang lain. Baiklah. 

Waway  (kata bapake sih wawan)
As hard as it is to admit, the truth is the truth. Kata ini artinya‥
(n) ibu

Liat ibu dari kejauhan,
"Waway! Waway!" 

"Ibu, De. Ii-buu." 
"Waway."
-____- 
Iya gimana Sorai we lah. 

Sing sehat dan bahagia selalu ya, anak soleh yang tak mau diam. I love you. I will love you more kalau manggil ibu dengan baik dan benar. 

18 February 2014

Galau Visioner

Semalam saya lihat video ini:


Lagunya Brian McKnight ini liriknya tentang laki-laki yang menghadap ayah dari perempuan yang mau dilamar untuk jadi istrinya. Isinya so sweet pangkat lima, sedap untuk jadi backsound melamun :P.

Beberapa saat setelah dengerin lagu ini, Aa tiba-tiba bilang, "Jadi sedih nih, Mi. Kamu sih pake nyetel lagu tadi..".
Tentu saja sangat wajar kalau saya jadi GR bahwa Aa lagi bernostalgia ingat masa-masa perjuangan dulu, betul? (Eaaa, cari dukungan, hahaha.)

"Kenapa gitu, A?", saya bertanya untuk mengonfirmasi ke-GR-an saya.
"Iya nanti gimana kalo dedenya perempuan, terus ada yang lamar. Udah galau dari sekarang nih.", jawab Aa serius.

HAH?


Saya mau pundung aja sampai batal saking kagetnya denger jawaban ini, hahahahaha. Ini calon bapak sungguh visioner sekali. Anaknya lahir juga belum, tau jenis kelaminnya aja belum, bapaknya udah galau anaknya dilamar orang :)).

"Emang nanti kalau Dedenya perempuan, kalau ada laki-laki yang ngelamar bakal digimanain gitu, A?"

"Disuruh pulang!"

Hahahahahaha...

"Pokoknya nanti dites solat sama ngajinya dulu!", Aa masih meneruskan.
Saya juga ikut meneruskan ketawa, hahahahaha.

Papa sayang banget ya De, sama Dede. Ibu juga dooong. Dede sehat selalu ya.. Tumbuh yang sehat ya, anak shalih kesayangan :*.

***

Anyway, ini saya copy-kan sebagian liriknya. Selamat galau! :P

Sir, I'm a bit nervous
About being here today
Still not real sure what I'm going to say
So bare with me please
If I take up too much of your time.
See in this box is a ring for your oldest.
She's my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Cause very soon I'm hoping that I...

Can marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'til the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
When she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
..

06 February 2014

Dunia (Dede) dalam Berita

Berita 1: Asyem-asyem
Beberapa waktu terakhir, kalau saya habis makan yang rasanya agak asem semacam yoghurt atau minuman seperti Pocari Sweat, terasa Dede gerak-gerak di perut. Hal ini terjadi beberapa kali. Maka dengan asumsi tak berdasar, saya menyimpulkan kalau Dede lagi keaseman hihi.
Beberapa hari kemudian, saya membaca artikel dari whattoexpect.com tentang perkembangan janin di usia 21 minggu. Di sekitar usia ini, janin mulai minum amniotic fluid dan merasakan rasa makanan yang dikonsumsi sama ibunya. Lalu dalam artikel itu dinyatakan bahwa nantinya, bayi akan lebih mudah menyukai makanan yang dirasanya familiar. Artikel itu ditutup dengan kalimat: "If you want your child to eat broccoli later, eat yours now!". (Aduh gimana ini, saya ngga doyan brokoli..)
Malamnya, saya sama Aa beli jeruk di warung langganan. Harganya murah banget dibanding di toko lain. Sampai rumah, Aa makan jeruknya dan ternyata rasanya aseeem. Dengan mata berbinar penuh semangat untuk menghubung-hubungkan isi artikel dan asumsi saya, segera saya minta satu jeruknya. Mengendus adanya modus iseng, Aa cuma kasih satu buah jeruk yang kecil :P. Betul, rasanya aseeem. Cukup asem untuk bikin wajah meringis dan mata mengerjap-ngerjap.
Reaksi Dede? Gerak-gerak lagii! Hihihi.. Iya Nak, itu yang namanya rasa asem, seger ya? :D Mudah-mudahan Dede nanti suka semua rasa ya..
Yang sabar ya Nak, punya ibu iseng betul.. *cium Dede* :D

Berita 2: Bangun Tengah Malam
Semalam, saya terbangun karena perut rasanya ngga enak sekaligus sangat lapar. Seingat saya, terakhir kali terbangun gara-gara laper banget adalah waktu trimester satu. Mau bangun dan ambil makan sendiri, agak khawatir karena perut agak sakit, nggak tahu kenapa. Kecurigaan saya penyebabnya adalah kebanyakan makan kacang (nggak tau sih ada hubungannya atau engga, tapi kemarin saya makan kacang banyak banget dibanding biasanya :P), atau perutnya tercolek dengan agak keras akibat gerakan yang tidak disadari waktu tidur.
Terpaksa saya bangunin Aa, dengan kekhawatiran bahwa Aa akan bangun dalam kondisi cemberut karena tidurnya diganggu dengan ngga pentingnya. Setelah bilang minta tolong diambilin makan, yang dibangunin ternyata malah nyengir lalu bilang, "Dedenya minta mam yaa?". Aa lalu ke dapur, ngangetin sup, ambilin makan. "Kalo mau apalagi bangunin aja ya.. :)", katanya. Hiks, makasih Aa.. Semoga nanti Dede jadi anak baik dan penyayang, mencontoh Papanya :').

Berita 3: Diskusi sama Pak Guru
Kemarin, saya melaporkan hasil analisa dari eksperimen sama Pak Guru. Sebelum diskusi, saya merasa langkah riset selanjutnya yang saya bayangkan udah oke banget. Begitu diskusi berlangsung, seperti biasa, Pak Guru menemukan langkah yang lebih oke dan efisien untuk dilakukan. Tentu saja saya senang karena risetnya bisa lebih hemat waktu dan tenaga. Sekaligus tersentil juga untuk mengingat lagi, selesai sekolah sama sekali bukan bergenti selesai belajar. Masih banyaaaak banget yang bisa dan perlu untuk dipelajari :).
Terus hubungannya sama Dede apa? Diskusinya berlangsung setelah makan siang, waktu di mana biasanya Dede aktif bergerak. Tapi sepanjang diskusi, Dede anteeeng banget, cuma sesekali terasa ada gerakan halus. Saya membayangkan kalau waktu itu Dede ikutan serius dan konsentrasi untuk diskusi, dengan tangan di dagu dan kepala manggut-manggut, hahaha lucu ya kalau beneran begitu. Baiklah, saya kebanyakan berimajinasi :P. Habis diskusinya selesai? Tentu saja Dede aktif joget lagi :D.
Semoga jadi anak shalih yang cinta ilmu ya De.. :)

***

(Mic pembaca berita diambil alih sama Dede)
Baiklah, sekian yang dapat Dede sampaikan dari Dunia (Dede) dalam berita kali ini. Nantikan lepotase Dede selanjutnya ya Om Tante.. Juga doakan Dede dan Ibu dan Papa dan semuanya sehat truus yaa.. Salam Babalimatchu! :D 
 

26 June 2013

24 Juni 2013

Saya relatif termasuk golongan perempuan yang nggak terlalu suka belanja baju, nggak bisa sih lebih tepatnya, nggak bisa mengeluarkan uang banyak-banyak sekedar untuk beli baju, hihi. Biasanya, kalau ada baju yang udah terasa nyaman, saya pakai terus-terusan sampai bladus :P. Untuk ke kampus, ada satu celana denim gombrang yang jadi favorit. Kadang diledekin Aa karena seringkali celana itu cuma istirahat saat weekend, dicuci-jemur-setrika, lalu hari Seninnya udah dipakai lagi.
Pagi itu saya heboh sendiri karena si celana andalan belum disetrika padahal jadwal bis ke kampus tinggal sebentar lagi. Lalu, jreng-jreeeng, tiba-tiba Aa mengeluarkan bungkusan kado dari lemari, padahal Aa udah kasih kado teropong yang dibuka paksa semalam sebelumnya karena mau liat supermoon pake teropong baru :D.
Si bungkusan kado ternyata berisi rok-celana jeans dengan gaya masa kini! Jadi model depannya itu rok, tapi tampilan belakangnya celana yang memungkinkan bergerak bebas, kayaknya dipake karate juga bisa hahaha. Super kawaii deh modelnya :D. Karena terlalu bagus untuk sekedar dipakai ke lab, saya masukkan lagi si rok ke bungkusan kadonya, terus cepet-cepet berangkat ke kampus pake rok yang lama.

Tahun ini, tanggal 24 Juni jatuh pada hari Senin, bertepatan dengan jadwal zemi (seminar/presentasi) mingguan lab. Ini artinya saya nggak bisa pulang lebih cepat untuk masak makan malam yang lebih enak dari biasanya (biasanya nggak enak sih), atau jalan-jalan sama Aa. Maka saya putuskan jalan-jalannya siang aja, bolos sebentar dari lab sebelum zemi, haha. Target kerjaan hari itu, beresin hitung-hitungan energi Gibbs, bisa selesai sekitar pukul 2 siang. Maka boloslah saya dari lab, jalan-jalan sama Aa ke Daiso, makan siang, dilanjutkan ke tujuan utama yaitu makan es krim di Baskin Robbins, yang ternyata sedang diskon! Hahaha, saya senang :P. 
Sore menjelang dan saya harus segera kembali ke lab untuk ikutan zemi. Saya sampai di kampus lagi sekitar 20 menit terlambat dari waktu dimulainya zemi, untuk menemukan bahwa kelasnya kosong. Eh, ternyata zemi hari itu dibatalkan karena Pak Guru sedang ikut pertemuan APEC mewakili Jepang. Ini berarti saya juga bisa pulang lebih cepat untuk merealisasikan rencana masak. Hahaha, saya senang lagi :P.
Tapi.. rencana tinggal rencana, karena hasil hitungan energi Gibbs yang sudah dikerjakan ternyata salah, hiks. Saya menghitung dengan data untuk fase gas, sementara harusnya dihitung untuk fase aqueous. Gagal sudah rencana pulang cepat dan masak enak.

Tempat belanja dekat rumah sudah tutup sewaktu saya sama Aa pulang. Sampai di rumah, isi kulkas tinggal sayur-sayuran, dan atas petunjuk Aa, itu sayuran direbus aja untuk dicolek ke bumbu pecel.
Saya masih beres-beresin sisa rebus-rebus di dapur, sekitar pukul 9 malam, waktu bel rumah tiba-tiba berbunyi. "Rapi-rapi ya Mi, mau ada tamu.", kata Aa yang lalu keluar rumah untuk jemput tamu di bawah. Tumben ada tamu semalam itu.
Bel rumah berbunyi lagi. Saya membuka pintu untuk kemudian menemukan anak-anak yang menamakan dirinya kelompok GM (Geng Mentoring?) bawa kue dan kado-kado sambil nyanyi selamat ulang tahun di depan rumah. Saya speechless T__T, these pretty young ladies are just too sweet.

Sungguh, saya nggak merencanakan untuk merayakan tanggal yang bertepatan dengan hari lahir saya kemarin. Cuma merencanakan untuk refreshing sedikit aja sih, dari segala kesibukan persiapan predefense, hehe. 
Maka ketika hari itu banyak doa bertaburan sedari pagi, dari keluarga (bapak mertua sampai menelepon dari Jakarta), teman-teman dan saudara yang lama tidak saling sapa, bahkan sampai sempet-sempetnya dikasih surprise segala, jadinya saya mau nangis terharu ajaaaa. :'(

Terima kasih Yaa Rahman, untuk menghadirkan mereka yang penyayang di sekitar hambaMu ini. Segala puji bagiMu atas nikmat iman, sehat, dan segala nikmat lainnya yang tak terhitung sampai usia yang ke-18 ini.. (dilempar bom molotov sama yang baca :P)

Alhamdulillahi rabbil 'alamiin..

"Kebahagiaan yang paling bahagia adalah panjang umur dalam ketaatan pada Allah" (HR Ad-Dailami dan Al-Qadha'i)

***




03 June 2013

The Urge to Start Running (Again)

Pertama, berat badan saya sudah terlalu (lama kurus banget dan susah banget naiknya). Terakhir kali badan saya gendut adalah waktu balita. Sejak masuk SD, berat badan saya turun drastis dan sejak itu susah sekali naiknya. Kenaikan yang cukup signifikan terjadi di sekitar tahun 2008, dengan berat badan maksimal 49 kg. Naiknya berat badan ini bersamaan dengan masa tugas akhir S1. Saya kira, gara-gara stres saya jadi makan banyak. Eh ternyata, waktu pengerjaan tesis master, berat badan saya dengan suksesnya turun sampai 7 kg *nangis bombay*. Maka hipotesa bahwa naiknya berat badan saya disebabkan stres akademik yang memicu banyak makan gugur sudah. Seingat saya waktu mengerjakan tesis, nafsu makan saya memang nggak sebesar pas tugas akhir juga.
Saya baru ingat ada fenomena lain yang membarengi stres tugas akhir di tahun 2008, yaitu bahwa saat itu saya rajin banget main DDR! Hampir rutin setiap pagi dan/atau sore saya main DDR sampai keringetan. Ditambah lagi saya sesekali lari pagi di Sabuga. Bersamaan dengan rajinnya olahraga itu, nafsu makan juga meningkat tajam. Sampai-sampai saya sering menjadi tersangka penghabis stok makanan di rumah (yang memang betul sih, seringnya saya yang ngabisin). Hasilnya, berat badan juga naik dengan signifikan, plus bonus pipi yang kata Acit seperti cilok.

Kedua, nafas saya pendek-pendek, yang mana ini cukup merepotkan kalau lagi ngaji. Sering berhenti di tengah ayat dan jadinya harus mengulang lagi sebagian ayatnya. Ini sebetulnya bukan masalah besar, tapi kalau sering banget berhentinya, jadi annoying juga.
Menurut wangsit yang sebetulnya saya nggak yakin dari mana sumbernya, kapasitas paru-paru bisa dilatih dan ditingkatkan dengan rajin olahraga. Kapasitas paru-paru lebih besar, nafas pun jadi bisa lebih panjang (kali :p).

Berdasarkan dua alasan di atas, saya pun menekadkan diri untuk mulai olahraga lagi. Niat berolahraga sebetulnya sudah muncul sejak agak lama, tapi tidak kunjung terealisasikan karena saya keukeuh olahraganya mau DDR aja, padahal di sini CD game-nya aja kan mahal karena nggak ada yang bajakan :p. Sempat juga melirik Nintendo Wii, tapi harganya juga tidak kalah mahal dibanding seperangkat alat DDR dibayar tunai, sah! (apa sih..) Maka dari itu saya mulai dengan yang gampang-gampang aja, jogging. (Astaga, solusi semudah itu kenapa nggak mulai dari dulu sih?!). Itu juga belum rajin banget, seenggaknya setiap weekend dicoba rutin lari pagi sama Aa.

Demi pipi yang kembali seperti cilok dan nafas yang lebih panjang kalau ngaji, semangat!  

Oh iya, ini foto pemandangan dari track lari dekat rumah kami, di pinggir sungai Hirose. Gambarnya hasil nyomot dari sini.



***

My ultimate urge in the mean time is actually to run-away from reality. Which is what I am doing now, by the way. I suppose to do whatever it is to bring my thesis nearer to completion, but I'm writing this note instead. I intended to refresh this mind on my head by writing something light and relaxing, but rather I feel more stressed as I actually have wasted the limited time I have to prepare for the thesis pre-defense. So I'd better end writing this note very soon. Like now. Yes, now. Oh wait, I got to ask for your prayer and support. Who am I asking anyway? I'm not sure anyone would read this. But well, just in case there is, someone reading this; please.. please.. please.. pray for me that I'd be able to finish all of this thesis things without losing sanity. And/or weight. Thank you, you are so kind. And I really have to stop this. NOW. 

22 February 2013

Surprise.. Surprise..

Saya sedang di dapur hari itu, Sabtu pagi menjelang siang, sedang memasak sesuatu waktu bel interkom di rumah berbunyi. Saya pura-pura nggak denger bel-nya, niatnya dibiarin aja lama biar nanti juga Aa yang buka (jangan dicontoh :P). Ternyata tanpa menunggu lama Aa jawab interkomnya, sehabis itu bergegas turun ke lantai dasar gedung asrama. Saya masih masak, waktu beberapa saat kemudian Aa kembali bawa kardus dari Amazon segede gaban.



"Pesen apaan mi,  gede begini?"
"Ngga tau ih, aku ngga pesen apa-apa. Aa kali, pesen apa lagi ", jawab saya, masih dari dapur (akhir-akhir ini emang Aa banyak pesen barang online, titipan teman-teman).
"Gatau, buka aja tuh", kata Aa yang kemudian masuk ke kamar mandi.
Agak aneh ini, kalau barang titipan kan ngga mungkin saya disuruh buka kardusnya. Saya tinggalkan sejenak panci dan penggorengan, mulai membongkar si kardus Amazon.  Kemudian..
"WOAAAA.. WOAAAAA.. AA!! INI APA!! AA!!", saya heboh sendiri teriak-teriak di dalam rumah hahaha, semoga ngga ganggu tetangga :P. Penyebabnya adalah isi kardus itu berupa FOOD PROCESSOR SAMA SATU SET BLENDER, WOAAA!! Hahaha masih pengen heboh sendiri sampai sekarang, kalau inget momen membuka kardus itu.
 

Jadi ceritanya, ada satu resep kue yang dari sekitar bulan lalu sudah saya tandai mau dibuat. Saat bahan-bahan sudah dibeli, eh saya baru tau kalau proses membuatnya butuh food processor. Jadilah bahan-bahan kue yang sudah disiapkan itu teronggok begitu saja.  Beberapa kali Aa nanya, bahan kuenya kok dibiarin, beberapa kali juga saya jawab belum sempet minjem food processor sama tetangga. :D

Tentang blender set, berbulan-bulan yang lalu, saya pernah bilang, "A, pengen blender yang kaya punya Uni (nama tetangga, red.). Praktis loh jadi ngga usah ngulek-ngulek bumbu". Padahal saya kalau masak juga bumbunya ngga banyak-banyak, sekali ulek juga jadi, hahaha. Waktu itu Aa bilang beli aja blendernya. Tapi saya adalah emak-emak pelit yang sering bilang pengen kalau liat barang, tapi giliran disuruh beli mikirnya seribu kali gara-gara males ngeluarin uangnya :D. Topik blender ini pun ngga terangkat lagi sampai berbulan-bulan setelahnya, karena masalah ngulek-ngulek terselesaikan dengan adanya asisten ulek, alias Aa. Hidup kami pun kembali berjalan dengan tenteram. Tanpa blender set. 

Maka kedatangan kardus Amazon pagi itu sungguh-sungguh mengejutkan, terlebih karena biasanya Aa jarang berhasil kalau bikin surprise, hahaha. Hari itu ngga ada yang spesial padahal, bukan anniversary, ulang tahun juga masih jauh.
"Biar makin rajin eksplorasi masakan", katanya kurang lebih.
Pokoknya Aa sukses bikin terharu, selamat! Hahaha.. :D


***

Sebetulnya beberapa hari sebelumnya, saya baru menyelesaikan satu target hafalan, terus berniat membeli sesuatu untuk reward pada diri sendiri. Sedikit banget sih sebenernya, belum layak dikasih penghargaan :P. Tapi ngga apa-apa lah, beli sesuatu biar tambah semangat.
Eh taunya, belum sempet beli apa-apa, sudah datang hadiah dengan skenario apik dari-Nya. Nuhun Gusti, alhamdulillahirabbil 'alamiin. Terima kasih untuk hadiah food processor dan blender set. Dan syukur tak henti untuk anugerah berupa Aa yang baik hati.. Alhamdulillahirabbil 'alamiin :)
   

23 August 2012

Sesi Diskusi

Barusan aja saya habis diskusi sama Pa Guru, menyerahkan hasil analisa data yang dikerjain sambil guling-guling seminggu ini.

"Oh iya ini hasilnya jelas banget", kata Pa Guru. Padahal saya ngejelasin juga belum, beliau ini memang macam cenayang kadang-kadang. Hasil kerja saya sekian windu bisa dinilai dalam hitungan kejapan mata, ihiks.

"Terus selanjutnya gimana? Kamu kepikiran nggak gimana menyimpulkan semua hasil kamu digabung sama data yang kemarin? Hmm, gimana ya", lanjutnya.
Pa, itu seminggu saya mencurahkan segenap jiwa raga buat ngerjain hasil yang sekarang saya kasiin doang, boro-boro kepikiran gimana selanjutnya Pa.

"Ini hasilnya bagus kok, cuma saya masih belum bisa ngasih arahan yang jelas gimana menyimpulkannya. Tapi kayaknya ini datanya udah cukup buat bikin tulisan lagi. Nah, kamu siapin paper selanjutnya ya!"
Kemudian beliau tertawa, kemudian saya mulai ingin pingsan.

"Oke, kamu siapin papernya sampai bulan depan ya, bulan Oktober kita mulai diskusikan. Oh iya, kamu tinggal setahun lagi kan sampai lulus?"
Saya nyengir sambil mulai lirik kiri kanan untuk mengestimasi kalau mau pingsan kira-kira lebih enak ke arah mana.

"Nah sampai sekarang kan data kamu udah cukup buat 3 bab tuh, 4 bab sama pendahuluan. Satu atau dua bab lagi cukup. Ya udah deh, bulan depan aja kasiin ke saya draft paper sama rencara bab 5-nya ya"
...
...
...
*terjun payung*

14 June 2012

Balada Si Obat Cacing

Minggu kemarin Aa sakit. Awalnya badannya demam tinggi sambil menggigil, ditambah kepala nyut-nyutan yang sakit banget katanya. Diperiksa ke dokter, yang saya ngerti dari yang dokter bilang cuma 'tenggorokannya merah', mungkin maksud dokternya radang tenggorokan ya, entahlah. Aa dikasih antbiotik sama obat penghilang sakit.
Terus habis ke dokter saya baru nyadar, dari gejalanya kayaknya sih mirip gejala tifus. Kemudian saya panik, dan risau dan bimbang dan kawan-kawan. Soalnya, ketenaran si bakteri Salmonella typhii kan nggak sampe ke Jepang sini; penyakit tifus nggak (lazim) ada di Jepang. Bageimanakah ini?? Curiga dokternya nggak familiar sama gejala tifus. Udah hari ke-4 sakitnya dan demamnya masih naik turun nggak stabil, kalau malem demam sambil menggigil, makanan nggak ada yang bisa masuk.
Kemudian saya mendapat wangsit (dari teman-teman di facebook) bahwa konon kalau di Indonesia, obat yang tenar buat tifus adalah obat cacing. Lah di sini mana ada kan obat begitu. Terus saya minta tolong Teteh sama Andy, adiknya Aa, buat ngirimin itu si obat cacing pake jasa pengiriman yang paling cepet. Katanya sekitar 3 hari bisa sampe, tumbuh suburlah harapan di hati pada si obat cacing. Semoga Aa bisa cepet sembuh kalau makan obat ini.
Tapi ternyata setelah nanya sama beberapa agen pengiriman, obat cacing nggak bisa dikirim ke Jepang, akan ditahan di imigrasi. Baiklah saya mulai setres dan putus asa (bohong ketang, setresnya mah udah dari kapan tau :P). Dalam kondisi begitu, selewat saya baca status facebook seorang teman, isinya kurang lebih tentang keajaiban hidup yang datang pada mereka yang percaya. Dengan skeptis dan songongnya saya ngagerentes dalam hati, "semacam keajaiban tiba-tiba bisa ada obat cacing di sini maksud lo?!". Putus asa sama si obat cacing, saya pasrah menerima kenyataan yang ada, minum obat yang dikasih dokter aja lah, mudah-mudahan bisa cepet sembuh. Padahal yang nyembuhin mah cuma Allah yah, bukan dokter bukan cacing. *jitak pake cukil*
Siang-siang setelah kesekian kalinya gagal nyuapin Aa (makanannya ngga masuk juga), saya berangkat ke kampus sambil leuleus lunglai. Sepanjang jalan saya nunduk liat ke bawah, mana tau ada cacing lewat yang bisa saya tangkep terus direbus buat obat (Ini dramatisasi, kapan-kapan deh ya saya berani megang dan ngerebus cacing hidup).

Eh menjelang sore tiba-tiba ada sms dari Aa.
"Sy baru inget ada obat dari cacing yg dulu diminum Andy waktu dia sakit jg. Dan sy inget klo sy nyimpen di kotak first aid sy yg di tas darurat, sdh sy bongkar dan ada, blm dibuka"
...
...

Oh rasanya mau ngagulutuk dari tangga. XD Malu Gustiii, saya teh bisanya ngeluh doang..

Yang nyembuhin mah cuma Allah. Sekedar urusan mengadakan obat cacing mah aah, nggak remeh2 acan. :D

31 May 2012

'What I'm Doing'

Setiap hari kerja, Senin sampai Jumat, rata-rata saya menghabiskan waktu sektiar 9-10 jam di kampus. Selang waktu itu termasuk solat dan makan, tapi tentu nggak sampai setengahnya. Terus sisanya saya ngapain? Ceritanya lagi riset. Riset apa? Tentang "produksi" hidrogen. Hidrogen bukannya banyak di alam, kenapa harus diproduksi? Karena di alam, hidrogen berikatan sama senyawa lain; sama oksigen misalnya, jadilah air yang sehari kita pake minum dan mandi; atau sama karbon, jadilah hidrokarbon, senyawa penyusun berbagai macam benda (substansi) di muka bumi; dan lain-lain. Untuk memisahkan hidrogen dari senyawa-senyawa tadi, biar jadi gas hidrogen murni, diperlukan energi tertentu.

Terus apa pentingnya gas hidrogen ini? Gas hidrogen banyak dibutuhkan di industri kimia, juga di proses pengolahan minyak bumi biar bisa dipakai sampai jadi BBM misalnya. Salah satu fungsinya yang lain adalah sebagai energy carrier, perantara energi semacam listrik, yang bersih dan aman buat lingkungan. Bahan bakar fosil, diantaranya BBM yang banyak dipakai sebagai sumber energi sekarang ini, kan mengandung banyak unsur kimia, akibatnya saat mengalami proses pembakaran (reaksi sama oksigen), banyak senyawa sampingan yang dihasilkan, yang ternyata nggak aman untuk makhluk hidup dan lingkungan. Kalau pakai hidrogen dalam proses pembakarannya, produk reaksinya adalah air. Yes, air saudara-saudara, H2O. Amaaann insyaAllah :D.

Sekarang, banyak yang sedang berusaha memproduksi hidrogen. Cuma saat ini, dalam skala yang gedeee, hidrogen masih diproduksi dari bahan bahar fosil, dari gas alam misalnya. Yah ujung-ujungnya sama aja dong pake bahan bakar fosil? Nah inilah yang sedang saya cari tahu, caranya memproduksi hidrogen murni dengan memanfaatkan energi yang ada di alam.

Saya sedang mempelajari proses produksi hidrogen dari air, dengan memakai sulfida buat nyuri si oksigen (O) yang ada di air (H2O), biar si hidrogen (H2) misah sendiri. Eh nyuri mah dosa yah? Enggak nyuri kalo gitu, itu si oksigen diberikan sukarela sama air :P. Reaksi ini butuh suhu tinggi, sekitar 300 derajat Celcius. Panasnya darimana? Dari energi panas bumi dong, sudah disediakan secara gratis oleh alam. ("Gratis pale lo, eksplorasinya butuh biaya tau!" --> lalu saya dikeroyok anak-anak geologi T__T)

Sulfida si bukan-pencuri-oksigennya dapet darimana? Baca-baca di hasil penelitian orang lain sih, sulfida ini terkandung juga di cairan atau gas yang ada di sumur panas bumi (ini ceritanya saya berusaha nyebutin subsurface water :P). Sumber lain, sulfida bisa ditemukan sebagai hasil sampingan, a.k.a. buangan, di proses pemurnian minyak bumi. Daripada dibuang2 terus mencemari lingkungan, mending dipake produksi hidrogen kan? "Ih bisa yah kaya gituh, keren bangeet!". Terima kasih, saya tau saya keren. *pletak* *dilempar penghapus*

Tapi masih ada masalah lain saudara-saudara. Saat si sulfida ketemu oksigen dan mengikrarkan ikatan dalam hubungan kimia menjadi SxOy, mereka juga nggak aman kalau langsung dibiarkan berkeliaran di lingkungan. Ckck, sayang sekali ya, mereka tidak direstui. Maka dari itu si SxOy pun harus dipisahkan kembali. Dalam hal ini yang akan berperan dalam proses pemisahan adalah bahan-bahan organik seperti tumbuhan. Rencananya saya pengen memanfaatkan limbah organik aja untuk mengurangi beban lingkungan. Lagian kalau pake ubi atau singkong, nanti saya diincer sama tukang gorengan. Dalam proses ini, bahan organik akan ngambil oksigen biar terpisah dari sulfida. Kasian ya.

Untuk meredam kesepian, si sulfida akan kembali ngambil oksigen dari air, hidrogen kembali diproduksi. Sementara ikatan sulfida dan oksigen akan terus diputuskan oleh bahan organik. Demikianlah lingkaran ini terus berlanjut, dan hidrogen terus-menerus diproduksi. Dan saya hidup bahagia selamanya.



Hahahaha.



Eh, aamiin.



:P

26 May 2012

Bahasa Ibu

Sateuacanna, abdi sok ngaraos aneh pami ningal jalmi (nya rerencangan, nya nu teu kenal) nu siga nu hilap ka bahasa aslina. Sok ningal sababaraha kali nu tos lami calik di luar negri misalna, teras janten karagok pami nyarios nganggo bahasana nyalira teh. Abdi mikirna, "Naha bet tiasa nya? Pan ti alit teh nyariosna bahasa ibuna". Eh geuning ayeuna abdi ngaraosan nyalira, meni tos seueur hilap nyarios atanapi nyerat ngangge bahasa Sunda, padahal ti alit dugi ka SMP mah abdi calikna di Garut, unggal dinten nyariosna nya ngangge basa Indonesia. Muhun, ti babar dugi ka kira-kira yuswa belasan taun, bahasa Sunda janten bahasa abdi komunikasi sareng rerencangan oge kulawargi. Undak usuk basana teu sae ti basa eta oge, mung nya tadina mah lancar nyarios sareng sepuh oge. Ayeuna mah tos teu pati wantun nyarios ngangge basa Sunda sareng nu langkung sepuh, da hawatos bahasana kirang lemes.
Waktos di kampus, pan abdi ngiringan unit seni Sunda. Pan kedahna mah seueur nu nyarios basa Sunda nya? Aya memang nu sadidinten nyariosna ngangge basa Sunda, mung seueurna pameget. Ari pameget mah pan pami nyarios sareng rerencangan nganggena bahasa loma nya, abdi nyalira ngaraosna kirang sae pami nguping istri nyariosna teu lemes. Di rorompok dibiasakeunna nyarios ngangge basa nu lemes sanajan teu numutkeun undak usukna, mung janten kacacandak teu biasa nyarios ngangge bahasa loma, padahal teu terang oge kumaha nu leresna. Jantenna langkung milih ngangge basa Indonesia weh, hasilna hilap ka basa Sunda.
Ayeuna abdi tambih tebih ti Garut, ti tatar Sunda, sadidinten ngobrol paling sering nya sareng caroge nu teu patos ngartos basa Sunda. Janten ngaraos handeueul, pami abdi nu asli urang Sunda wae tos hilap ka basana nyalira, nya saha deui atuh nu bade ngalestarikeun nya.

 ***

Nulis sakieu wungkul ge kesangan ngoprot. Naha meni jadi karagok pisan nganggo basa Sunda?! Ieu ge ditulisna bari sabaraha kali bulakbalik ningali kamus. Jiga tulisan budak SD nya? T___T 

10 March 2012

(Nggak jadi) Pindah Rumah

PINDAH
Sudah diumumkan jauh2 hari asrama akan tutup terkait pergantian kepemilikan, daftar ke asrama sebelah, siap2 heboh pindahan sendirian karena Aa akan mudik. Nyicil packing masukin buku dan dokumen yang seabrek ke kardus2.

NGGAK JADI 
Di last minute dikasihtau tetangga kalau ternyata masa tinggal bisa diperpanjang setaun, padahal udah keterima di asrama sebelah haha. Asrama sebelah di-cancel, lega ga jadi ngangkut2 sendirian.

PINDAH
Menjelang Aa berangkat masih samar2 keputusan tentang boleh diperpanjang. Hosssshh, mari angkut2 barang.

NGGAK JADI 
H-1 Aa mudik (siang) ada konfirmasi resmi dari office tentang ijin diperpanjang, cihuy.

PINDAH!
H-1 Aa mudik (sore) dikasihtau lagi sama staf kampus kalo bayar sewanya naik hampir dua kali lipat, wakwaawwww. Buru2 packing lagi mumpung masih ada Aa buat dikerjain :P. Hampir semua baju udah dipak ke koper dan kardus, kecuali yang belom dicuci dan masih dijemur. Pagi sebelum mudik Aa ke kampus beresin semua dokumen buat pindahan, beres.

eh tapi ternyata, NGGAK JADI lalalalalaaa
Harga sewa tetep, karena ternyata si staf kampus salah info tentang tipe kamar, iissshh. Beberapa jam sebelum berangkat Aa masih pusing ngurusin segala macam tentang pindahan ini. Maka jengjengjeeeeeng, jadilah ruang tengah penuh sama kardus2 yang siap dibereskan ulang, yosh! :D



***

Btw, Aa mudik karena mama di Jakarta lagi sakit. Mohon doa semoga mama lekas sehat lagi, yang punya info tentang pengobatan kanker serviks juga dimohon kesediaannya berbagi, terima kasih sebelumnya. :)