18 December 2011

Guru Kecil

Guru kecil kami, 8 minggu kurang lebih usianya sekarang, dalam kandungan. Dedek, begitu kami memanggilnya.

Kehadirannya baru kami ketahui saat usianya sekitar 5 minggu, waktu pulang ke Jakarta kemarin.
Di awal mengetahui kehadirannya, yang saya rasakan adalah serba khawatir. Khawatir apa iya saya sudah siap menjadi ibu, sementara jadi istri untuk Aa aja saya masih merasa jauh dari baik. Khawatir dengan kondisi saya yang masih sekolah, dengan segala amanahnya.
Tapi lalu saya lihat senyum Aa, bahagia sekali mengetahui ada dedek shalih di rahim saya. Lalu saya lihat foto dedek dari hasil USG, dan seketika menguap segala rasa cemas.
Pelajaran pertama dari guru kecil ini adalah mengingatkan, karena siapa saya bisa melangkah hingga sejauh sekarang. "Kan Ibu nggak pernah sendirian, ada Ayah juara, ada doa Aki sama Nini, doa Uwa sama Emang, doa tante2 shaliha, sama Ibu nggak boleh lupa ada Allah yang selalu nolong kita. Kenapa harus khawatir sendiri kali ini? Kenapa ragu sama penjagaanNya? Ibu jangan khawatir ya, Dedek nggak akan nakal di perut Ibu.", foto hasil USG itu mengajarkan saya. Dan Dedek sungguh2 pengertian, tidak ada berat yang saya rasakan.

Pelajaran selanjutnya dari guru kecil ini adalah tentang belajar peka terhadap nikmatNya, lalu bersyukur memuji dan berterimakasih sama Sang Maha Pengasih. Sejak mengetahui kehadiran dedek shalih, banyaak sekali kemudahan yang datang.
Sekali waktu merasa lebih rindu sama ilmu, lain kali merasa lebih tenang ketika mendengar ayatNya dibacakan. Kesimpulan yang terasa cuma satu, saya sedang diajariNya melalui si guru kecil yang shalih. 

Kemarin, pertama kalinya kami ke dokter sekembalinya ke Sendai. Saya sama Aa sudah kangen sekali ingin lihat foto baru dedek kesayangan kami.
Diperiksalah saya, kembali di-USG. Hanya saja kali ini yang dikatakan dokter selanjutnya sungguh mengejutkan kami. Dedek belum terdeteksi detak jantungnya, ukurannya lebih kecil dari umumnya untuk usia 8 minggu. Dokter menjelaskan kemungkinan terburuk, saya sudah tidak ingin dengar. Setelah beberapa opsi, akhirnya dokter menganjurkan kami memeriksakan diri ke rumah sakit besar untuk kembali memastikan.
Sampai di rumah, kami hanya bisa tersungkur bersujud, sepenuhnya menyerah tanpa daya pada Yang Maha Segala. Ah, lagi2 guru kecil ini mengajari betapa kami tak mampu apa2 tanpa pertolonganNya.

Alhamdulillahirabbil 'alamiin, segala puji bagiMu yang mengamanahi kami karunia ini. Terimakasih Dedek shalih, Ibu sama Ayah udah diajari banyak sekali ilmu. Ibu sama Ayah sayaaaaaaang sekali sama Dedek, dan Allah Maha Sayang sama kita semuanya. :)
Rabbi hablii minas shaalihiin.. Rabbi habli minas shaalihiin.. Rabbi habli minas shaalihiin..

***


Rencananya minggu depan kami akan memeriksakan ulang ke dokter. Mohon doa, sungguh2 kami mohon doa dari sahabat semua, semoga Allah mempercayai kami untuk menjaga amanah ini, semoga kami mampu menjadi Ayah dan Ibu yang baik untuk guru kecil ini. :)

9 comments:

Feranisa Prawita Raras said...

Selamat ya Put, semoga si kecil selalu sehat2..

zwartehondster said...

utiw jangan terlalu cape ya, jangan stres2. dedek baik butuh ibunya yang sehat juga supaya bisa ngaji bareng2 :)

semoga sehat semuanyaaaa *peluuukk*

Aulia Qiranawangsih said...

doanya dalam hati aja ya. :')

indah said...

sebelumnnya selamat ya teh uti,,barakallah, semoga diberikan yang terbaik ya teh uti :) yoash!

mecaonic said...

whoaaa, neng uti slamat yaaa.. :D
insya Allah baik2, bismillah, didoain dr sini yaaa.. :* :*

putri said...

Makasi banyak tante raras yang super sibuk, semoga tante raras juga sehat selalu :)

tante tipaaaaaaaa *pelukpelukpeluuuk :(*, iya ini lagi adaptasi.. kemaren masih keneh ngangkat2 reaktor sesekali T__T

doaku sama dedek juga dalam hati aja ya tante aul, sebenarnya kami taksabaaar menunggu laporan :DDD

aamiin, nuhun ndaaah.. diunggu dedek di sendai ya sama om rangga :)

uwa itaaa *sengaja pisan manggilnya uwa :D*, aamiin, makasih banyak doanya, semoga doanya segera kembali sama yang mendoakan :)

anggun - heri said...

utiiii, sing sehaaat nyaa, dedek na oge, bapakna oge. sing sehat sadayana

abahsangpenyamun said...

uti wilujeng nya,,

bagas juga dulu gitu, sampe tiap minggu selama sebulan periksa ke dokter. ternyata bagas lgi maen ucing sumput, sok ah sing lancar. amin..

Bunda Maira said...

Uti yg sabar ya' ... fbnya Uti ma Fatwa koq ga ada ya? ... Sekarang Uti bgmn kbarnya ? Kangeeen ma Uti, smoga Uti slalu baik-baik saja ya' :)