21 September 2011

Dear Astrid,

Kemaren Uti mimpi lagi ada di Bandung, nemenin Acit yang lagi riweuh belanja persiapan nikah, entah di Ciwalk atau BSM pokoknya antara dua itu. Semalem, mimpinya lain lagi, bahwa pak guru tiba-tiba minta ditemani perjalanan tugas ke Indonesia. Aku senang sekali tentu saja, karena jadi bisa hadir langsung di hari besarmu.

Jangan bilang-bilang ya, beberapa hari ini ada kesedihan bodoh, bahwa nanti setelah Acit balik kesini, aku gak akan lagi jadi orang pertama yang dihubungi waktu kau pusing dan galau (pede aja selama ini adalah demikian). Hihih, ya iyalah ya.. Setelah akad nanti, suamimu akan selalu jadi yang pertama, pendengar dan penasihat yang utama. Tapi semoga kita tetep diijinin ngafe ya, cerita kesini kesana, curhat anak muda sampe ngebahas masalah negara :P. 

(udah sakit betul ini tenggorokan nahan biar gak cirambayan)

Campur aduk sekali sekarang ini rasanya. Bahagiaaaaa karena akhirnya Acitku insyaAllah segera menemukan imam hidupnya. Sediiiiiih karena masih ada ribuan kilo dari Bandung padahal nikahanmu dua hari lagi. Yasudahlah, aku cuma manusia (ogo) tanpa daya, kuadukan saja semuanya padaNya ya..

Segala puji bagiMu ya Allah,
yang telah menghadirkannya dalam perjalanan hidup hamba,
menjadi sahabat yang membuka jalan ilmu,
yang senantiasa mengingatkan ketika hamba lalai dari jalanMu,
yang tak bosan menasihati dalam kebaikan.

Ya 'Aliim, Engkau tentu paling tahu, seberapa ingin hamba hadir dan menyaksikan langsung sahabat hamba di hari pernikahannya,
hari yang langit pun menyaksikan, pengambilan janji sekuat yang Kau amanahkan pada para nabi..
Dan hamba disini hanya bisa memohon padaMu,
lancarkan segala persiapannya,
mantapkan hatinya,
tenangkan jiwanya,
barakahkan pernikahannya,
mudahkan pada jalan-jalan kebaikan,
curahkan pintu-pintu rezeki,
dan jika menurutMu ini baik ya Allah,
dengan kuasaMu, izinkan hamba menyaksikan kebahagiaannya

Hanya kepadamu, Ya Mujiib, kami memohon
dan segala puji hanya bagiMu, Rabb semesta alam.

Uhibbuki fillah, Astrid Ayuningtyas :')

3 comments:

This is my Story said...

Ohh...terharu bgt teh uti... :-(

Astrid said...

*orang2 pasti nanya, kenapa akeu ujug-ujug nangis sebelum lamaran..nanti gimana klo pada ngegosiip. gara2 dirimuuu iniii T_T*

..............

Dear Putri,
jadi inget salah satu alesan aku nangis setaun yang lalu waktu kau menikah.. takut kehilangan peran jadi nomer satuu-mu :D *geer juga.hihi

dipikir-pikir.. kita dasar dudul ya. sejak kapan coba nikah jadi merebut seseorang dari tangan orang lain. yang ada, jadi nambah saudara harusnya:D
diizinin ngafe bareng? aku sih kebayangnya justru nanti KFatwa jadi ada temen buat kongkow sementara kita kemanaa gitu ngalor ngidul seperti biasa:p hihi

aaaah..gimana dong.
campur aduk juga jadinya sekarang. antara seneng mau dapet temen (hidup) *waks getek* sama pengen ngambek klo inget gada uti disana nyaksiin:'((

tapi acit percaya aja deh kata pak ajat..bahwa hati ga mengenal jarak.
yakin,
uti sebenernya hadir kan nanti?:)
melalui doa-doanya, dan melalui bahasa hati kita :D



dem, i miss u more now.
uhibukifillaah putri setiani :* :*

Aulia Qiranawangsih said...

kapan ya giliran saya yang bikin nangis? *numpang lewat, pertanyaan bocah*