07 January 2012

Penyebab Miscarriage dan Kangen Dedek

Minggu lalu, pertanyaan yang sering banget ditanyakan dan saya males banget jawabnya (:P) adalah tentang sebab miscarriage yang saya alami. Setelah bisa berdamai dengan kenyataan (ceile), akhirnya saya pun cari-cari informasi, menghimpun hasil analisa dokter2 yang saya datangi, baca-baca buku sama browsing-browsing di internet.

***

Singkatnya, penyebab miscarriage pada trimester pertama untuk kehamilan normal (bukan karena ada penyakit tertentu) itu umumnya bukan dikarenakan kerja terlalu banyak/stres. Walaupun tentunya, ini bukan pembenaran untuk ibu yang sedang hamil untuk teu daek cicing (ngomong ke cermin). Di trimester pertama, ibu hamil sebaiknya ekstra istirahat kuadrat.
Untuk kasus saya, dokter bilang karena adekbayinya nggak tumbuh.

Terkait hal ini, minggu lalu saya ikut seminar tentang kesehatan reproduksi wanita. Dokternya bilang, rahim punya semacam kemampuan untuk melakukan screening dan seleksi sewaktu janin mulai terbentuk. Janin yang bisa tumbuh dalam rahim adalah yang kerusakan kromosomnya maksimal 10%. Untuk janin yang tumbuh dengan kerusakan kromosom sampai 50% misalnya, rahim akan melakukan mekanisme untuk semacam meng-aborsi secara natural sehubungan dengan janin yang inkompatibel dengan normal life. Kenapa? Karena kalau lahir pun kasihan anaknya, kata Bu Dokter. Subhanallah! :)

Tentang kemungkinan penyebab yang paling sering, saya salin dari buku "What to Expect when You Are Expecting" ya. Kredibilitas buku ini bisa ditanyain sama search engine terdekat.

"Most often, miscarriage is simply a random one time occurence caused by chromosomal abnormality, infection, chemical or other teratogenic (birth-defect causing) exposure, or chance, and it is not likely to recur." Hamdallah.. :)

Ada efek untuk kehamilan selanjutnya? Menurut buku yang sama, misscarriage di trimester pertama nggak berdampak pada kehamilan selanjutnya (InsyaAllah :D). Hamdallah (lagi)..

Begitulah kesimpulan singkat yang saya dapat dari hasil tanya2 sama dokter dan baca-baca. Jadi untuk yang mengalami hal yang sama, yang terjadi insyaAllah yang terbaik menurutNya. Semoga kita dijauhkan dari sedih berkepanjangan apalagi trauma. Semoga kehamilan (kehamilan) selanjutnya sehat lancar sampai seterusnya, sampai adekbayinya lahir terus tumbuh shalih sehat dan cerdas. Bilang apa teman2? Aamiin! :D

***

Sekilas cerita lain, di hari saya dibilangin sama dokter kalau Dedek udah nggak ada di rahim saya, sedih pastinya ya. Bombay2 deh sampe di rumah, hehe.

Terus jadi kangeeeen aja sama Dedek, terus berdoa aja sama Allah, pengen ketemu sama Dedek, di mimpi aja cukup. Beberapa hari kemudian saya mimpi lagi jalan-jalan, sambil gendong adekbayi laki2, ganteng (pasti turunan ibunya), ceriwis baceo (yang ini dari bapaknya, kan ibunya kalem), sehat. Bahagia sekali rasanya :).

Saya memilih untuk percaya kalau mimpi itu jawaban dari doa yang saya minta, alhamdulillah.. Allah teh meni Maha Baik ya :'). Dedek lebih sehat di sana yaa, sun sayaaaaaang dari Ibu sama Ayah :*.