Kemarin;
“Sekarang tingkat berapa, Mbak?”
“Sedang ambil doktor, baru tingkat pertama Pak”
“Oh? Ih, jangan tinggi-tinggi sekolahnya Mbak, nanti susah. Eh, sudah menikah belum?”
“Udah Pak, Alhamdulillah. Itu suami saya yang di depan :D”
“Ooh.. Alhamdulillah, bagus deh kalau begitu”
***
Di tahun akhir kuliah sarjana, saya juga sempat memikirkan hal ini. Kan saya pengennya lanjut sekolah, hanya saja ada yang bilang nanti khawatir susah jodoh kalau sekolahnya kebanyakan. Tapi, setelah mendapat nasihat dari orang-orang shaleh, saya jadi termasuk yang nggak setuju terhadap pandangan bahwa semakin tinggi pendidikan seorang perempuan, semakin baik karirnya, akan semakin sulit mendapatkan jodoh. Habisnya ya masa, Allah jadi menyulitkan jodoh orang yang mencari ilmu di jalan-Nya? :D
Katanya sih, alasan susah jodohnya adalah karena kaum laki-laki cenderung ogah memilih perempuan yang pendidikan formalnya lebih tinggi. Ah laki-laki yang mana dulu. :P Kalau Allah sudah menjodohkan sih, mau gimana juga jadi, ya?
Jadi, kalau menurut saya sih, kaum perempuan sama sekali nggak usah khawatir untuk terus mengembangkan diri. Sekolahlah terus jika memang ada kesempatannya. Berkarirlah yang baik di pekerjaannya. Nggak perlu ‘beralasan’ khawatir susah jodoh karena jadi ‘terlalu high quality’. Yang keukeuh mau khawatir, ya bolehlah khawatir kalau(!) sudah merasa lebih cerdas dari Aisyah RA, yang ribuan hadits dihafalnya. Karena yang secerdas beliau pun ada jodohnya. Atau sudah merasa lebih mapan dari Khadijah RA, saudagar ternama yang perdagangannya lintas bangsa. Karena yang semapan beliau pun Allah berikan pendampingnya. Atau sudah merasa lebih ‘high quality’ dari Fathimah RA, yang pernikahannya dilangsungkan di langit, yang maharnya hak syafaat di hari akhir. Karena yang semulia beliau pun sudah ditetapkan lelaki terbaik untuknya.:)
Jodoh, seperti halnya rezeki, adalah di luar logika manusia. Jadi berkaryalah sebaik2nya, percayakan hanya pada Allah saja selebihnya. Oh dan satu lagi, Dia sesuai persangkaan hamba-Nya!:)
Wallahu a’lam bish shawab.
***
*Dan kenapa sih gueee, lagi2 nulis soal jodoh dan pernikahan? Wallahu a’lam bish shawab. Ini ide buat nulis dateng dari mana sungguh tak tahuu.. :D
7 comments:
hahahaha... like this!
sy mah bukan krn lelakinya yg jiper sm sy *itu sih, berarti dia tak menerima sy apa adanya, urusan beliau kalau tak mau, ttp akan ada yg mau sm sy kan ya ;p*
lebih khawatir sy-nya jadi keasikan tiw, kesenengan berpetualang terus lupa deh.
eh, haturnuhun tapi ya, encouraging sekali :*
SIP!!! aku percaya banget janji Allah, laki-laki baik untuk perempuan baik dan sebaliknya, jadi kalau mau dapat jodoh yang baik kita mesti berusaha sebaik-baiknya menjadi yang terbaik, bukan begitu ibu Uti? hehehe ini versi becandaannya..
http://feranisaprawitararas.blogspot.com/2011/06/cewek-pintar-vs-cewek-cantik.html
ada juga temen nulis mirip-mirip seperti Putri tulis.. http://www.facebook.com/#!/notes/retno-wahyu-nurhayati/buat-apa-cewek-skolah-tinggi2/1886564356751
whohoho.. jadi gitu yah,, bisa cari yang doktor klo gitu mah,,
yooosshh,, ga usah minder..
neng,, abang datang :D
Tiii...
Latest post-nya kenapa 'gue banget' yaa..?
Been considering this also, but...ya I just go with the flow...
Doakan saya saja ya...-;D
pernah bahas hal yg mirip disini http://1bintangbiru.blogspot.com/2010/01/pembicaraan-menarik-di-penghujung-tahun.html :p
puput, kesini doooonngg, ama idaa
teh tipa, posting ini memang so-not-for-you deh teh, beda cerita itu mah :P
raras, setujuu! :D iya baca juga postingannya yang itu ras, hahaha, bodor!
kMuy, `dienggalan bang, dienggalan..` kata si neng teh cenah :D
Mbak Intan, kayaknya nih ya, aku mendapat ilham tanpa sadar kali dari mbak intan, ngirim sinyal2 apa gitu :P. Siaapp! Semoga dimudahkan dan dilancarkan pokonyamah :)
Lafra, "If he can't handle you then he isn't meant for you, isn't it that simple?", banget lah! =D
Post a Comment